Legenda Cerita Bujang Kurap Lubuklinggau dan Legenda Danau Rayo

INFOLLG.NETLegenda Cerita Bujang Kurap Lubuklinggau (Legenda Danau Rayo) – Indonesia, negeri kita tercinta ini memang tidak ada habisnya apabila membahas mengenai legenda/cerita rakyat. Banyak cerita-cerita orang tua zaman dahulu yang dapat kita jadikan pelajaran hidup.

Salah satu dari sekian banyak legenda yang ada di Indonesia, Bujang Kurap adalah salah satu yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan. Cerita mengenai Bujang Kurap ini sudah secara turun temurun diceritakan oleh orang tua kepada anaknya.

Untuk tetap melestarikan kebudayaan mengenai Legenda Bujang Kurap ini, maka kami sengaja memberikannya untuk Anda sekalian. Mungkin dapat bermanfaat dan bisa mengambil suri tauladan yang baik dari ceritanya.

Oh ya, sebenarnya ada beberapa versi mengenai cerita Bujang Kurap ini, namun dari kesemuanya hanya ada sedikit perbedaan saja. Secara garis besar ceritanya tetaplah sama. Seperti apakah ceritanya? Langsung saja kita lihat bersama-sama berikut ini

Legenda Cerita Bujang Kurap Lubuklinggau (Legenda Danau Rayo)

 

Legenda Cerita Bujang Kurap Lubuklinggau (Legenda Danau Rayo)

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda yang sangat tampan. Pemuda itu sedang dalam perjalanan dan menyempatkan diri untuk mampir di sebuah desa yang sangat makmur bernama Karang Panggung Lamo.

Selain tampan, ternyata pemuda ini juga sakti mandra guna. Ia dapat malih rupa, mampu mengubah wajah nya yang  tampan menjadi jelek, berbau tidak sedap, dan juga banyak kurap di sekujur tubuhnya. Sehingga orang yang melihatnya sering memanggilnya si Bujang Kurap.

Ia melakukan hal tersebut untuk mencari orang yang tidak hanya menilai seseorang dari fisiknya saja. Namun, lebih dari sekedar fisik, bisa dari kebaikan hatinya dan kejujurannya.

Suatu hari di Desa Karang Panggung Lamo, si Bujang Kurap pergi kesebuah acara pernikahan. Namun, ia sengaja ingin mengetes penduduk desa. Jadi, ia memutuskan untuk menjadi pemuda yang jelek, busuk, dan juga berkurap.

Tentu saja, siapapun orang yang melihatnya akan langsung membencinya. Tidak terkecuali warga  desa Karang Panggung Lamo. Saat si Bujang Kurap ingin menemui calon mempelai, warga desa tidak mengizinkannya, ada yang menghina, mengusir, bahkan ada yang meludahinya.

Hal ini membuat si Bujang Kurap memutuskan untuk pergi dari desa tersebut. Namun, ia memberikan 1 syarat kepada warga desa. Barang siapa ada yang bisa mencabut lidi yang ditancapkannya ketanah, maka ia akan langsung pergi dari desa tersebut.

Mendengar syarat yang diajukan oleh si Bujang Kurap, warga desa banyak yang tertawa dan langsung menyetujui persyaratannya. Warga memanggap hal tersebut tidaklah susah dan sangat gampang untuk dilakukan.

si Bujang Kurap memanglah bukan orang sembarangan. Ilmu yang dimilikinya sangatlah tinggi. Setelah ia menancapkan sebatang lidi ke tanah, maka secara bergantian warga desa mencoba mencabut lidi tersebut dengan tujuan untuk mengusir si Bujang Kurap.

Namun apa yang terjadi? Tidak ada satupun warga yang sanggup untuk mencabutnya. Hingga si Bujang Kurap berkata: “Kalian warga desa! Kalian hanya menilai orang dari fisiknya saja. bukan menilai seseorang dari hati nuraninya. Kalian sombong dan arogan. Kalian akan mendapatkan balasannya!”

Bersamaan dengan itu si Bujang Kurap mencabut lidi yang ditancapkannya dengan sangat mudah. Namun apa yang terjadi selanjutnya?

Setelah lidi tersebut dicabut, maka lubang nya langsung mengeluarkan mata air yang sangat deras dan tidak berhenti-henti. Maka, desa Karang Panggung Lamo tenggelam ditelan air dan saat ini desa tersebut berubah menjadi sebuah danau. Danau inilah yang kita kenal dengan Danau Rayo.

—–TAMAT —–

*Diambil dari berbagai sumber.

Kabarnya, saat ini makom si Bujang Kurap terletak di Situs Ulak Lebar tepatnya di Desa Ulak Lebar, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Indonesia. Makam si Bujang Kurap berada pada sektor 4 dari 7 sektor yang ada di situs ulak lebar.

Bahkan, ada juga sebuah Meja batu di Danau Rayo, Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang erat kaitannya dengan lagenda si Bujang Kurap. Banyak juga orang yang mengatakan si Bujang Kurap masih keturunan dari si Pahit Lidah. Seorang tokoh sakti yang tiada tandingannya! 😀

Sebenarnya keaslian cerita diatas masih patut untuk dipertanyakan. Namun, terlepas dari benar atau tidaknya cerita tentang si Bujang Kurap diatas, alangkah baiknya kalau kita ambil pelajaran yang baiknya saja.

Bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita hidup untuk tidak sombong, jangan menilai orang hanya dari fisiknya saja, dan yang baik-baik lainnya.

Demikianlah informasi mengenai “Legenda Cerita Bujang Kurap Lubuklinggau (Legenda Danau Rayo)’’yang dapat  kami hadirkan untuk pembaca setia InfoLLG.net. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat untuk Anda. Terima Kasih.

Bujang Kurap Danau Rayo Legenda Bujang Kurap Legenda Danau Rayo si Bujang Kurap

Author: 
author
Sukses bukanlah milik mereka yang pintar dan cerdas. Sukses adalah milik mereka yang memiliki mimpi dan berjuang mati-matian untuk menggapai mimpi itu!

Leave a reply