Nama Pakaian Adat Sumatera Selatan (Palembang) dan Keterangannya

Posted on 93 views

INFOLLG.NETNama Pakaian Adat Sumatera Selatan (Palembang) dan Keterangannya – Apabila kita mengdengar kata Sumatera Selatan, tentulah kita langsung teringat dengan pempek makanan khasnya, lagu daerahnya, pendidikannya, sejarahnya, atau Jembatannya? Iyya dong? Iyya kan? 😀

Tapi ada lagi nih salah satu adat penting berkaitan dengan Sumatera Selatan yang tidak boleh kita lupakan. Ya, sesuai dengan judulnya, kali ini kita akan membahas mengenai Pakaian Adat Palembang (Sumatera Selatan). Langsung aja kita simak bersama-sama!

Pakaian Adat Sumatera Selatan (Palembang) dan Keterangannya

Nama Pakaian Adat Sumatera Selatan (Palembang) dan Keterangannya
Credit: Permenjari.co.id

Sama seperti daerah lainnya di Indonesia, Sumatera Selatan atau lebih khususnya Palembang juga mempunyai pakaian adat istiadatnya sendiri.

Berdasarkan catatan sejarah, Pakaian Adat Sumatera Selatan berasal dari zaman kesultanan Palembang sejak abad ke 16 hingga abad ke 19 pertengahan.

Pada awalnya, baju adat ini hanya boleh dan dapat digunakan oleh orang tertentu saja, seperti raja, pangeran, dan priyai. Tidak sembarang orang boleh menggunakannya.

Namun, seperti yang kita ketahui, pada masa saat ini, pakaian adat dari Sumatera Selatan ini boleh digunakan oleh siapapun pada saat acara pernikahan. Jadi tidak harus raja. 😀

Oh ya, provinsi Sumatera Selatan saat ini setidaknya mempunyai 2 pakaian adat yang sangat unik dan menarik untuk kita simak.

Pakaian adat ini biasanya hanya digunakan pada saat upacara adat perkawinan, festival, dan acara-acara budaya lainnya.

Adapun 2 pakaian adat Sumatera Selatan tersebut adalah Aesan Paksangko dan Aesan Gade.

Anda dan pasangan pasti bakal terlihat lebih Anggun apabila menggunakan baju adat Palembang ini. Bagaikan Raja dan Ratu. Dijamin! Ups… maaf ya yang jones. #noOffense 😀

Btw, ada yang tau gak kenapa namanya Aesan? Hayoo…tahu gak? 😀 Ya, mungkin Anda bisa menjawabnya dengan tepat, atau ada juga yang menduga-duga asal kata Aesan.

Aesan adalah kata dari bahasa Palembang yang berarti Baju, Busana, atau Pakaian. Jadi wajar saja nama baju adatnya menggunakan kata ini.

Yuk langsung kita bahas satu persatu…


1. Aesan Paksangko ; Pakaian Adat dari Palembang Sumatera Selatan


Baju adat Sumatera Selatan yang pertama adalah Aesan Paksangko. Pakaian adat ini melambangkan keagungan masyarakat daerah Sumatera Selatan.

Busana Adat Palembang ini biasanya lebih sering kita lihat pada acara resepsi pernikahan yang digunakan oleh kedua pasang mempelai pengantin, dengan kombinasi warna merah dan emas.

Pada Baju Aesan Paksangko, pengantin wanita menggunakan baju kurung berwarna merah dengan motif bunga bintang berwarna keemasan.

Tidak lupa pula menggunakan kain songket lepus bersulam emas, teratai dibagian dada, serta mahkota Paksangkong, Kembang Goyang, Kembang Kenango, Kelapo Standan, serta perhiasan mewah lainnya yang berwarna kuning keemasan.

Sedangkan pengantin pria, menggunakan baju yang berwarna senada tidak jauh berbeda yaitu menggunakan baju motif tabur bunga emas, seluar pengantin (celana pengantin), songket lepus, selempang songket, serta songkok (kopiah) yang berwarna emas sebagai penutup kepala.


2. Aesan Gede ; Pakaian Adat di Sumatera Selatan (Palembang)


Pakaian adat Sumatera Selatan yang kedua adalah Aesan Gede. Berbeda dengan Aesan Paksangko, baju adat Aesan Gede lebih mengkombinasikan warna merah jambu dan emas.

Kedua warna tersebut mencerminkan keagungan para bangsawan dan kebesaran para bangsawan dari bumi Sriwijaya.

Berikut ini adalah gambar dari Pakaian Adat Sumatera Selatan dengan Baju Aesan Gede.

Gambar Pakaian Adat Sumatera Selatan (Palembang) Beserta Keterangannya
Gambar oleh: Dra. Tien Santoso, M.Pd

[infobox style=”alert-shadow”]

Keterangan singkat tentang baju adat dari Sumatera Selatan “Aesan Gade”:

  1. Mahkota yang digunakan adalah Karsuhun untuk si perempuan dan Kopiah Cuplak untuk si laki-laki.
  2. Terate adalah hiasan yang digunakan oleh si laki-laki dan perempuan untuk menutupi bagian dada dan pundak. Terate sendiri bebentuk lingkaran bersudut lima dengan motif bunga melati bersepuh emas. Bagian tepinya terdapat pekatu berbentuk bintang serta rantai dan juntaian lempengan emas berbentuk biji mentimun. Hiasan ini menggambarkan kemegahan dan kesucian.
  3. Kebo Munggah atau Kalung Tapak Jajo, taitu kalung yang terbuat dari emas 24 karat dengan bentuk lempengan bersusun 3 (khusus untuk yang sudah menikah). Anda belum menikah? Tenang, kalung ini masih boleh digunakan oleh laki-laki atau wanita yang belum menikah hanya saja terdiri dari lempengan bersusun 2 atau 1 saja. 😀
  4. Selendang Sawit, adalah salah satu bagian dari pakaian adat Palembang yang terbuat dari emas 22 karat dengan ragam hias sulur da nada aksen intan di bagian tengah. Selendang sawit ini berjumlah 2 yang dipakai menyilang dari bahu kiri ke pinggang sebelah kanan, dan dari bahu kanan kepinggang sebelah kiri.
  5. Keris. keris ini digunakan oleh pengantin pria (keturunan raja/bangsawan) yang diselipkan di pinggang depan sebelah kanan dengan gagangnya menghadap keluar. Bukan bangsawan? Bukan keturunan raja? 😀 Tenang…masih boleh kok make Untuk si laki-laki yang bukan bangsawan atau keturunan raja, kerisnya diletakkan dibagian pinggang belakang. Hal ini untuk menghormati para raja atau atasan. Kalo aslinya dulu, sarung keris ini dibuat dari emas 20 karat. Kalo sekarang? 😀 #banyakimitasi
  6. Pending, adalah ikat pinggang laki-laki dan perempuan berbentuk lempengan emas dengan ukuran 6×9 cm terbuat dari emas 20 karat. Badong adalah kepala pending yang diukir dengan ragam hias naga, burung hong daun, dan bunga.
  7. Gelang Palak Ulo, adalah gelang emas 24 karat bertabur berlian dengan bentuk ular naga bersisik dan berpulir. Eits, jangan lupa gelang ini hanya digunakan oleh si-perempuan ya di bagian lengannya.
  8. Gelang Kecak, kiga adalah gelang emas 24 karat berbentuk mata yang dihiasi pekatu polos dan ditengahnya ada 2 tumpukan lingkaran berhias emas. Gelang ini digunakan oleh kedua mempelai dibagian pangkal lengan.
  9. Gelang Sempuru dan Gelang Kanu.
  10. Saputangan Segitigo, adalah saputangan yang terbuat dari beludru berwarna merah yang salah satu sisinya bertabur kelopak bunga melati dari emas. Dipinggir saputangan ini terdapat rantai dan juntaian bandul + lempengan logam berbantuk wajik. Dipakai mempelai pria di jari tengah sebelah kanan (Aesan Gade), atau dipakai mempelai pria di telunjuk sebelah kiri (Aesan Paksangko). Sedangkan mempelai wanita menggunakannya pada kelingking sebelah kanan baik pada Aesan Gade maupun Aesan Paksangko.
  11. Trompah, adalah sejenis sepatu yang dipakai oleh kedua mempelai pengantin biasanya berwarna senada dengan atasan.

[/infobox]

Dari 13 kabupaten dan 4 kota, yaitu: Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kota Palembang, Kota Prabumulih; Masing-masing daerah mempunyai corak yang berbeda-beda.

Namun demikian, hampir semua pakaian adat Sumatera Selatan masih menggunakan kain songket asli dengan teknik pembuatan manual dengan kesabaran, ketelatenan, dan maha karya seni yang tinggi.

Dari semua derah di Sumatera Selatan, masing masing pastilah mempunyai unsur melayu yang sangat kuat dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya dan norma kesopanan yang sudah seharusnya tetap kita jaga dan lestarikan.

Jangan pernah lupakan seluruh adat istiadat kita yang ada di Indonesia ini. Jika bukan kita yang melestarikannya, lalu siapa lagi?

Jangan sampai pakaian adat sumatera selatan ini di klaim negara lain! Beritahu anak cucu kita! Lestarikan! Jangan sampai kita menyesal apabila ada negara tetangga yang serumpun dengan kita, mengklaimnya suatu hari nanti. Harus bangga jadi orang IndONEsia! Merdeka! 😀

Demikianlah informasi mengenai “Nama serta Jenis Pakaian Adat Sumatera Selatan (Palembang) dan Keterangannya’’ yang dapat  kami hadirkan untuk pembaca setia InfoLLG.net. Apabila artikel diatas ada kesalahan, maka kami dengan senang hati menerima kritik dan saran dari Anda. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan terima kasih.

Image source: image.google.co.id

[infobox style=”alert-gradient”]

Reference:

[/infobox]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *